Postingan

Timun Mas

Gambar
 Pada zaman dahulu, hiduplah seorang janda tua bernama Mbok Srini yang sangat ingin mempunyai anak. Suatu hari ia bertemu dengan raksasa di hutan. Raksasa itu memberi Mbok Srini sebuah biji timun dan berkata bahwa dari timun itu akan lahir seorang anak. Namun raksasa meminta agar anak itu diberikan kepadanya saat sudah besar. Mbok Srini menanam biji timun itu di ladangnya. Beberapa waktu kemudian tumbuh sebuah timun besar berwarna emas. Ketika dibelah, di dalamnya ada seorang bayi perempuan yang cantik. Bayi itu diberi nama Timun Mas. Tahun demi tahun berlalu, Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang baik dan rajin. Ketika raksasa datang untuk menagih janjinya, Mbok Srini sangat sedih karena tidak ingin kehilangan Timun Mas. Seorang pertapa kemudian memberi Timun Mas empat bungkusan berisi biji mentimun, jarum, garam, dan terasi untuk melindungi dirinya. Ketika raksasa mengejar Timun Mas, ia melemparkan bungkusan-bungkusan itu. Biji mentimun berubah menjadi ladang mentimun yang luas, ja...

Malin Kundang

Gambar
 Pada zaman dahulu di sebuah desa di Sumatera Barat, hiduplah seorang anak bernama Malin Kundang bersama ibunya. Mereka hidup sangat miskin. Ayah Malin sudah lama pergi merantau dan tidak pernah kembali. Suatu hari Malin Kundang meminta izin kepada ibunya untuk merantau agar bisa menjadi orang kaya. Ibunya dengan berat hati mengizinkannya. Setelah bertahun-tahun, Malin Kundang berhasil menjadi pedagang kaya. Suatu hari kapalnya singgah di kampung halamannya. Ibunya yang mendengar kabar itu segera datang ke pelabuhan untuk menemui Malin. Namun Malin Kundang yang sudah kaya dan memiliki istri merasa malu mengakui ibunya yang miskin. Ia malah mengusir dan tidak mengakui ibunya. Ibunya sangat sedih dan berdoa kepada Tuhan agar anaknya diberi pelajaran. Tiba-tiba datang badai besar yang menghancurkan kapal Malin. Malin Kundang pun berubah menjadi batu di tepi pantai. Pesan moral: Kita harus selalu menghormati dan menyayangi orang tua.

CERITA SI KANCIL PENCURI TIMUN

Gambar
  Pada suatu hari, hiduplah seekor kancil kecil di hutan. Kancil terkenal sebagai hewan yang cerdik dan pintar. Suatu pagi, Kancil merasa sangat lapar. Ia berjalan ke pinggir hutan dan melihat sebuah kebun timun yang hijau dan segar milik Pak Tani . Tanpa berpikir panjang, Kancil masuk ke kebun dan memakan timun-timun itu dengan lahap. Setiap hari Kancil datang mencuri timun. Pak Tani pun menjadi kesal karena timunnya selalu habis. Akhirnya, Pak Tani memasang jebakan di kebun. Keesokan harinya, Kancil datang lagi dan hampir saja terperangkap. Namun, karena kecerdikannya, Kancil berhasil melepaskan diri dan melarikan diri ke hutan. Sejak kejadian itu, Kancil menyadari bahwa mencuri adalah perbuatan yang tidak baik. Ia berjanji untuk mencari makanan dengan cara yang benar dan tidak merugikan orang lain.